Senin, 25 Januari 2016

Penebangan Dan Pemangkasan Pohon Membahayakan Lingkungan

RAJADESA – Dipandang membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar, Pemerintahan Desa Rajadesa dan LPM Desa Rajadesa melakukan pemangkasan pohon yang berada di Pinggiran jalan raya. Pada Selasa (25/1), pemangkasan sedikitnya menyasar tiga pohon.

Dan penebangan sekitar dua pohon, penebangan itu pun yang benar benar membahayakan lingkungan dan pengguna jalan raya . Kegiatan tersebut selain Pemerintahan desa dan LPM mengerahkan pula Rt dan Tokoh lingkungan.. Menurut Enco Tarsono kasi ekbang Pemerintahan Desa Rajadesa , pemangkasan dan penebangan pohon menjadi antisipasi akan bahaya pohon besar tumbang. Sebab pada musim hujan ini, pepohonan itu dipandang rawan tumbang karena diterpa angin kencang. ‘’Untuk mengantisipasi itu, kami melakukan pemangkasan dan Penebangan.





Di sepanjang jalan itu, terhitung ada beberapa pohon dari beragam jenis. Antara lain pohon Alba, kelapa, Limus, pete,  dan yang lainnya. Proses pemangkasan dan penebangan pohon itu dilakukan bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan kondisi jalan. Teknis pemangkasan mendahulukan kondisi pohon yang dipandang paling rawan tumbang. ‘’Selain pertimbangan kami, pemangkasan juga banyak yang berdasarkan usulan dan laporan dari masyarakat,’’ kata dia.




Sabtu, 23 Januari 2016

Arti Logo Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)


Arti Lambang :




Setangkai Padi (membentuk lingkaran)



  • Padi melambangkan terpenuhinya kebutuhan pangan  masyarakat
  • Setangkai padi berjumlah 45 butir melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia
  • Warna kuning Emas melambangkan dan bernilai tinggi

Setangkai Kapas (membentuk lingkaran)
  • Kapas melambangkan terpenuhinya kebutuhan sandang / busana masyarakat
  • Setangkai kapas berjumlah 17 melambangkan Tanggal Proklamasi Republik Indonesia
  • Warna putih melambangkan kesucian dan warna hijau melambangkan kesuburan dan kesejukan /kedamaian

Rumah /Pendopo/Gapura
  • kalau . diartikan rumah melambangkan terpenuhinya kebutuhan papan (tempat tinggal), Rumah adat berarti LPM menjunjung tinggi adat budaya adiluhur bangsa.
  • Pendopo berartikantempat bermusyawarah dalam rangka mencari dan merumuskan kebijakan pola pembinaan masyarakat.
  • Anak tangga berjumlah 5 (lima) melambangkan tahapan binaan Nampak maju kedepan untuk mencapai tingkat kesejahteraan binaan. Juga berarti 5(lima) dasar sila dalam Pancasila Idiologi bangsa.
  • Warna coklat dan hitam adalah warna tanah dan batu melambangkan sifat-sifat alamiah, kokoh, mantap dan mendasar / tegar.

Bintang diatas (pesonafikasi dari galaksi-galaksi)
  • Bintang sudut lima melambangkan cita-cita tinggi (luhur) dengan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berwenang memberikan petunjuk, pertolongan dan penentu berhaswil atau tidak nya cita-cita tersebut.
  • Warna kuning emas melambangkan sinar terang dan indah yang menerangi persada Nusantara tercinta.

Tali Pengikat
  • komitmen kebangsaan yang terdiri yang terdiri dari segenap Provinsi di Indonesia dan mengakomodir seluruh bidang garapan dalam rangka penciptaan kesejahteraan masyarakat.
  • Bentuk bulatan adalah kebulatan tekad untuk tetap bersatu dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia.

Kain Warna merah Putih bertuliskan LPM
  • Melambangkan kenegaraan dan kebangsaan Indonesia
  • Tulisan LPM bermakna LPM adalah dari oleh dan untuk Masyarakat / rakyat Indonesia
  • Orang membuat Lingkaran
  • Orang bahu membahu bergotong royong bersatu padu membina masyarakat Indonesia agar mandiri dan berkemampuan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sejahtera , aman , tentram dan damai.
  • Latar belakang keseluruhan berwarna putih melambangkan niat, harapan dan sifat nya yang sucisereta mencerminkan kemurnian dan transparansi di dalam organisasi dan jiwa para pengurus.Makna kesuluruan Logo (makna totalitas logo)


LPM HARUS PEKA KONDISI DESA

LPM DESA RAJADESA .- Para pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) tingkat Desa dituntut harus peka dalam membaca situasi yang sedang berkembang di desanya masing-masing. Salah satunya terkait tentang anggaran yang akan turun, baik dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten maupun ADD dan DD.
“Untuk mengoptimalkannya, para pengurus LPM diharapkan rajin mempelajari tentang UU Desa No 6 tahun 2014, PP No 43 tahun 2014 maupun PP No 60 tahun 2014,” ujar Ketua LPM Joko S Priyono, ketika berkumpul bersama Anggota LPM lainnya.
Menurut dia, organisasi LPM sebagai motor penggerak harus mampu menggerakan hubungan yang harmonis dengan pihak aparatur Desa, karena melalui hubungan tersebut akan terwujud kinerja yang optimal di lingkup Desa masing-masing. Untuk itu, dalam upaya membangun LPM yang lebih solid dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Para pengurus LPM, harus mempersiapkan tenaga-tenaga yang memiliki SDM berkualitas dan memiliki skill yang mumpuni dalam upaya membangun Desanya,” imbau Kepala Desa Rajadesa Purwodirejo.
Ditegaskan Oleh Kepala Desa, LPM harus mampu mengawal setiap anggaran yang akan turun di desa melalui pendekatan hubungan yang harmonis dengan pihak aparatur desa, sehingga tercipta pembangunan desa yang diharapkan bersama.
Kemudian LPM , harus bisa menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan, dan memelihara dan mengembangkan hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.
Dalam menjalankan tugasnya dimaksud, imbuhnya, LPM harus dapat menjalankan fungsi dalam menanamkan dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan masyarakat, mengkoordinasikan perencanaan pembangunan.
Selanjutnya, mengkoordinasikan perencanaan lembaga kemayarakatan yang ada di desa, perencanaan kegiatan pembangunan secara pastisipatif dan terpadu, dan penggalian dan pemanfaatan sumberdaya kelembagaan untuk pembangunan..
"Sebagai mitra kepala Desa, LPM mempunyai peran strategis dalam kelancaran dan keberlanjutan pembangunan. LPM sangat berperan dalam menentukan maju mundurnya suatu Desa.

Agar tujuan keberadaan LPM dapat dicapai optimal dan perannya dapat dilaksanakan maksimal, kami meminta kepada Pemerintahan dan Lembaga yang ada di Desa bisa memberikan kepercayaan penuh”. Ujar ketua LPM

Rabu, 20 Januari 2016

LPMD / TPK DESA RAJADESA TINJAU JALAN

LPMD / TPK DESA RAJADESA Tinjau Jalan – Tahun ini, jalan penghubung Dusun Sirnasari Desa Rajadesa menuju Tanjungsari, akan diperbaiki.
Informasi ini diperoleh dari data Desa Rajadesa yang dikoordinasikan dengan pihak LPM Desa Rajadesa. Dari data tersebut, perbaikan yang akan dilakukan berupa pengaspalan jalan dengan biaya sekitar Rp 250 Jt, yang dananya bersumber dari Dana Desa ( DD). Menurut informasi rencana perbaikan jalan tersebut sekitar bulan April tahun ini .


Adapun proyek pengaspalan jalan Kondang Amis Dusun Sirnasari  ini masuk ke dalam salah satu dari  proyek pembangunan yang akan dikerjakan LPM atau pun TPK di wilayah Desa Rajadesa Pada Tahun ini. yang lainnya adalah Pengaspalan Jalan yang berbatasan dengan Desa Tanjungjaya, jalan sisiranca Dusun Cibingbin dan Jalan Cinagen yang berbatasan dengan Desa Sirnabaya.



Adanya rencana pembangunan jalan ini disambut suka cita oleh warga. Karena sudah lama jalan yang ada di Wilayah Rajadesa mengalami kerusakan, sehingga sudah sering memakan korban, banyak pengendara jatuh dikarenakan jalan yang berlubang dan sudah rusak ini. Kalau memang benarnya diperbaiki ya, baguslah. Senanglah,”ucap warga.




Ketua LPM Desa Rajadesa  Joko S Priyono dan Anggotanya  mengajak  kepada masyarakat untuk berdo’a semoga pembangunan jalan ini akan segeranya terwujud pada tahun ini. dan Rencana ini semua berkat perjuangan Kepala Desa PURWODIREJO serta Jajarannya  yang semakin kesini semakin solid dalam bekerja. 

Jumat, 15 Januari 2016

Kebersamaan Membangun Desa Rajadesa

Segala upaya untuk meraih suatu tujuan dalam pembangunan meskipun telah didukung dengan dana yang besar belumlah cukup tanpa di dukung sumber daya manusia dan juga tidak bisa dilepaskan dengan yang namanya perencanaan, penyusunan perencanaan juga membutuhkan kebersamaan dari penyelengara pemerintahan desa beserta lembaga desa lainnya yang ada di desa, bagaimana kita dapat membuat suatu perencanaan yang baik, tentunya didukung dengan sumber daya manusia yang memadai. Sumber daya manusia menjadi modal yang sangat penting untuk bersama-sama membangun desa karena manusia jugalah yang nantinya akan menggerakkan untuk merealisasikan program-program yang direncanakan.
Membangun desa membutuhkan kebersamaan semua pihak yang ada di desa baik itu pemerintah desanya maupun lembaga-lembaga desa sebagai mitra kerja. Semua pihak yang ada di desa perlu membangun kebersamaan terlebih dahulu menuju satu tujuan membangun desa. Posisi Kepala Desa beserta Sekretaris dan Perangkat Desa memegang peranan yang sangat vital untuk membangun kebersamaan karena Kepala Desa sebagai manager yang harus mampu menggerakkan perusahaan yang bernama "desa". Kepala Desa terlebih dahulu mengetahui potensi kelebihan dan kekurangan yang ada ditingkatan sumber daya manusia yang ada di desa baik di perangkat desa dan lembaga desa. Ketika potensi sudah diketahui selanjutnya bagaimana bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan perencanaan yang dibuat untuk meraih tujuan. Sudah tidak jamannya lagi Kepala Desa bertindak otoriter yang main perintah dan minta selalu di turuti segala kemauannya akan tetapi sudah saatnya Kepala Desa mampu menggerakkan potensi yang ada di Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPMD dan lembaga desa yang lainnya.
Sesuai dengan aturan yang ada bahwa keberadaan lembaga desa sebagai mitra kerja pemerintah desa yang mempunyai kesetaraan dalam kebersamaan membangun desa. Lembaga desa sudah saatnya tampil bersama dengan Kepala Desa beserta Perangkatnya untuk membangun desa. Apabila sudah terbangun kebersamaan maka semua pihak yang ada di desa akan merasa ikut bertanggungjawab terhadap segala permasalahan yang dihadapi desa dan bersama-sama mencari solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Dan patut kita syukuri.. Pemerintahan Desa  Rajadesa , BPD serta LPM dan Lembaga lainnya yang berada di Desa Rajadesa , kini  sudah menjadi satu ikatan. Di mana pemerintahan Desa dan Lembaga yang ada sudah satu Tujuan “ Membangun Desa Secara Bersama – Sama “.
Dan patut kita syukuri.. Pemerintahan Desa  Rajadesa , BPD serta LPM dan Lembaga lainnya yang berada di Desa Rajadesa , kini  sudah menjadi satu ikatan. Di mana pemerintahan Desa dan Lembaga yang ada sudah satu Tujuan “ Membangun Desa Secara Bersama – Sama “.
Koordinasi dan sinergitas  antara lembaga Eksekutif dan Legislatif di tingkat desa sangat penting dalam rangka pelaksanaan pembangunan sebagaimana cita – cita pemerintah daerah. “Dalam menjalankan pemrintahan khususnya yang ada di desa kiranya dua lembaga yakni  Kepala Desa dan BPD dapat menciptakan kerjasama dan keharmonisan. Namun selasin itu “berhasil tidaknya program pemerintah yang ada di desa, bergantung juga kepada komitmen masyarakat itu 

JALAN DESA RAJADESA

Kehadiran Program Nasional Dana Desa berdampak positif dan membawa perubahan yang cukup signifikan, baik dibidang pembangunan fisik, pemberdayaan ataupun dalam mengurang angka kemiskinan dan pengangguran.   
Dibidang fisik, berbagai pembangunan yang didanai dari Dana Desa dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat, mulai dari rabat jalan, pengaspalan,  dan lainnya.  
Tak heran bila orang nomor 1 di Desa Rajadesa Purwodirejo memberikan nilai ples terhadap berbagai pembangunan yang di jalankan Oleh TPK ataupun LPMD Desa Rajadesa, seperti diungkapkan ketika mengunjungi dan melihat secara dekat hasil pembangunan rabat jalan di jalan Cipicung  Dusun Cibingbin Desa Rajadesa .
Kepala Desa , dalam kunjungannya menilai, hasil pembangunan rabat jalan yang dilaksanakan TPK / LPMD Desa Rajadesa  cukup baik dan berhasil, karena dikerjakan secara maksimal
“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak TPK dan seluruh masyarakat yang terlibat didalamnya yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga hasil pembangunan rabat jalan ini kondisinya sangat bagus,”katanya. 
Keberhasilan Pembangunan, tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat sekitarnya. Lebih-lebih ini merupakan kegiatan  yang keberadaannya sangat di nantikan oleh masyarakat, maka tentu dalam menyelesaikan pekerjaannya juga membutuhkan pengakuan masyarakat. Tanpa itu semua, kemungkinan program tidak bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
















Bapak PURWODIREJO sebagai Kepala Desa berharap program kegiatan yang dilaksanakan TPK atau apapun namanya di masa mendatang, supaya tidak berakhir hingga disini. 
Pembangunan rabat jalan  tersebut di dukung dengan swadaya masyarakat,dan TPK atau LPMD yang solid sehingga kualitas jalannya sangat bagus. “Saya nilai pekerjaan pembangunan rabat jalan ini sangat bagus dan ini patut di contoh








TPK ataupun LPM Desa Rajadesa ( Joko S Priyono Cs ) sangatlah berterima kasih kepada warga masyarakat Dusun Cibingbin khususnya warga Cipicung yang telah berduyun - duyun bergotong royong membantu pelaksanaan pembangunan jalan ini. dan ini semua berkat kerja keras Kepala Dusun Cibingbin mengajak  Masyarakatnya . 
Harapan kami TPK / LPM serta Pemerintahan Desa Rajadesa, budaya gotong royong ini bisa di contoh oleh Dusun - Dusun lainnya yang berada di Desa Rajadesa.

Rabu, 13 Januari 2016

Musrenbangdes 2016 dan Perencanaan Pembangunan Desa 2016 - 2020

Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan. Musrenbang Desa dilaksanakan setiap bulan Januari dengan mengacu pada RPJM desa. Setiap desa diamanatkan untuk menyusun dokumen rencana 5 tahunan yaitu RPJM Desa dan dokumen rencana tahunan yaitu RKP Desa.
Dalam Peroses Untuk melahirkan perencanaan pembangunan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk jangka waktu enam Tahun kedepan 2015-2020, Pemerintah Desa Rajadesa bekerja sama saling bahu bersama seluruh komponen masyarakat dan kelembagaan desa melaksanakan Tahap Demi Tahap Perencanaan Pembangunan Desa yang Partisipatif dan berkesinambungan.
Hari ini Kamis 14 Januari 2016 bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) untuk Tahun 2016 Para pelaku pembangunan dari mulai Perangkat Desa, BPD, LPM, Tokoh Masyarakat dan dihadiri Pula Oleh Tim dari Kecamatan Berbagi hati dan pemikiran untuk menindaklanjuti Perencanaan Pembangunan Desa tersebut .

Proses jalannya Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) Tahun 2016 di buka oleh Bapak Tata Priatna selaku Sekertaris Desa Rajadesa yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bpk. Kepala Desa Rajadesa (PURWODIREJO) dan ditindaklanjutidari berbagai unsur perwakilan atau Tim dari Kecamatan.
Beberapa Usulan Tokoh masyarakat ikut mewarnai kegiatan ini yang dengan suasana hangat dan bersahabat di tanggapi oleh pihak kecamatan maupun pihak Pemerintah Desa Rajadesa sehingga nampak komunikasi dua arah yang berjalan baik sehingga terbangunnya usulan yang di rencanakan menjadi skala prioritas untuk usulan RPJMDes maupun Musrenbangdes 2016.

Pada Musrembang kali ini Kepala Desa Rajadesa PURWODIREJO menegaskan prioritas utama yang tetap menjadi perhatian diantaranya Pembangunan Infrastruktur yang menjadi pasilitas umum seperti jalan Desa di harapkan diseluruh dusun bisa di dibangun semua , Sarana dan prasarana kegiatan Pemberdayaan Masyarakat juga mesti di optimalkan dengan melihat potensi yang ada agar desa Punya penghasilan yang tiap tahun terus meningkat sehingga mimpi menjadi desa mandiri bisa terwujud.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, secara tegas  meminta kepada pemerintah desa agar supaya apa yang menjadi usulan masyarakat yang sifatnya prioritas, harus terus diperjuangkan oleh pemerintah agar kedepannya juga mendapat manfaat bagi masyarakat banyak. “kami hanya mengusulkan kegiatan yang jadi prioritas utama untuk pembangunan di tahun 2017 mendatang, itulah yang harus kita godok supaya masyarakat tidak kecewa atas usulan mereka yang tidak di setujui oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Sebagai akhir dari musyawarah Musrenbangdes 2016 untuk tahun 2017 serta Perencanaan Pembangunan Desa 2016-2020 Pihak Pemerintah Desa Rajadesa membagikan daftar usulan yang telah disepakati untuk di ketahui oleh masing-masing dusunnya agar masyarakat paham dan tahu akan arah dan tujuan dar kegiatan pembangunan Desa.

PEMBANGUNAN RABAT JALAN CIKOLAM

Pada hari sabtu tanggal 23 Mei 2015, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis melakukan kerja pertama dalam pembangunan Fisik pada tahun 2015, Peruntukan prasarana jalan adalah melayani lalu-lintas kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor,  Secara umum konstruksi perkerasan jalan terdiri atas dua jenis, yaitu perkerasan lentur yang bahan  pengikatnya adalah aspal dan perkerasan kaku dengan semen sebagai bahan pengikatnya yang  jalannya biasa juga disebut jalan beton. LPM Desa Rajadesa ( JOKO S PRIYONO, SALEH TAUFIK, YANA SURYANA, HAERUDIN, Aj. RUSIM, Aj.H SOBANDI, ANAH, ADE HERMAN ) bersama Masyarakat Lingkungan RT 04 Rw. 05 Dusun Jagamulya secara bersama bergotong royong melakukan pengerasan Jalan, di mana pengerasan jalan ini merupakan pengerjaan Jalan Beton Tahap Pertama di Tahun 2015 sepanjang 150 m ( P: 150  M dan L : 210 m ).dan pembangunan ini alhamdulilah cukup lancar dan sukses, begitupun tahap ke dua dan ketiga yaitu di mulai dari simpangan pst. cikolam sampai simpangan puskesmas pun semuanya berjalan lancar.dan LPM D serta Pemerintahan Desa Rajadesa Berharap, Masyarakat bisa menjaga dan memelihara jalan tersebut. adapun sebuah keberhasilan LPM D serta Tokoh Masyarakat yang di Pimpin Oleh Acep A Komara serta Teman - Teman berhasil  memperdayakan masyarakatnya untuk berswadaya dalam membangun , sehingga jalan sepanjang 200 meter lebih menuju Pondok Pesantren bisa di bangun pula.
Pemerintahan Desa Rajadesa Khususnya Kepala Desa ( Bapak. Purwodirejo ) sangat berterima kasih terhadap LPM Desa Rajadesa Serta Para Tokoh yang telah bisa menswadayakan Masyarakat. sehingga tanpa bantuan Pemerintahan pun jalan menuju Pondok Pesantren Bisa Dibangun.



Sislsiah Rajadesa

    Desa Rajadesa merupakan bagian dari Kerajaan Rajadesa dengan Rajanya bernama Prabu  Guru Gantangan, anak ke 40 Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, dari istri ke 3 yaitu Dewi Nawangsih. Sebagai bukti bahwa Rajadesa itu kerajaan adalah adanya tanda-tanda patilasan/ situs antara lain :

1.Situs Samida

2.Situs Sanghiang
3.Situs Cibarani
4.Situs Rancamaya
5.Situs Gunung Marapi

    Lokasi kerajaan bertempat di antara Samida dan Sanghiang. Lawang Gada utama (tempat jaga malam) dengan petugas Aki Jagadalu yang berasal dari Kerajaan Pajajaran, tepatnya yang sekarang didirikan Kantor Koramil Rajadesa, merupakan tempat tunggu menghadap ke Handapraja berada di pinggir sungai (Jagadalu).
Nama Rajadesa berasal dari Ki Gede Raja Desa yang bertempat tinggal di Keraton yang didirikan di dekat pohon yang paling besar. Wilayah kerajaan pada waktu itu disebut Desa. Yang termasuk wilayah Kerajaan Rajadesa adalah sebelah selatan yaitu Margadanu, sebelah timur Bangkelung, sebelah utara Desa Curug Tigaherang, Batu Tulis Citapen, sebelah barat Desa Bayasari lurus ke selatan sampai Cikaso. Wilayah inilah yang selalu dironda di bawah pimpinan Aki Jagadalu yang ditugaskan oleh Prabu Siliwangi, dan Aki Jagadalu ini dibekali seekor harimau hitam untuk menyertainya dalam tugas ronda. Harimau ini merupakan keturunan Bombang Larang dan Bombang Kancana yang kebetulan kaki depannya pendek sehingga diberi gelar si Tempang.
Dengan kegigihan Aki Jagadalu disertai si Tempang, Kerajaan Rajadesa menjadi aman, tentram, sejahtera. Maka, Raja Pajajaran (Kanjeng Prabu Siliwangi mengangkat putranda Prabu Guru Gantangan menjadi raja berkuasa di Kerajaan Rajadesa dengan gelar Prabu Sirnaraja (Ki Gede Raja Desa) dengan  diberi 6 orang pungawa untuk menjaga Raja dari Kerajaan Pajajaran, yaitu: 
1.Buyut Purwakalih
2.Buyut Gelap Nyawang
3.Buyut Kidang Pananjung
4.Buyut Pengadegan
5.Aki Liman Jaya Sakti
6.Aki Jagadalu
Ditambah satu pendamping yaitu si Tempang.

    Menurut cerita Prabu Sirnaraja alias Ki Gede Raja Desa dari keraton keluar menuju Cibingbin, tepatnya Dusun Cibingbin Rt. 2 Rw. 1, di sana ada bekas duduknya, tetapi dari sana tidak ada yang mengetahuinya, entah kemana?
Ada berita beliau pergi ke sebelah timur menuju sebuah gunung yang ada di Pamulihan, maka gunung itu disebut Gunung Rajadesa karena pernah diduduki oleh Ki Gede Rajadesa.
Berdasarkan erita titimangsa Kades Rajadesa adalah tahun 1876, dengan Kades pertama adalah : Kades Wirabaya, selanjutnya adalah : 
1.   Kades Djayadiredja;
2.   Kades Astaredja;
3.   Kades Ahmid;
4.   Kades Sali Mihardja;
5.   Kades Jajuli;
6.   Kades Sarman;
7.   Kades Somantri Djajadiredja;
8.   Kades Aja Sudrajat;
9.   Kades Umar
10. Kades Purwodirejo

Setelah bergantinya kepemimpinan , kemajuan demi kemajuan semakin terasa oleh masyarakat Desa Rajadesa.
Bahkan sekarang di kepemimpinan kades Muda yang bernama Bapak Purwodirejo, Rajadesa semakin terasa kemajuannya. Kini... Desa Rajadesa memiliki Sebuah kendaraan Mobil, dimana Fungsinya selain sebagai mobil Dinas Desa, dijadikan pula sebagai Kendaraan Pelayanan terhadap Masyarakat Desa Rajadesa.

PROFIL DESA

PROFIL DESA

Desa Rajadesa adalah salah satu desa dari 360 desa di Kabupaten Ciamis, dan dari 11 desa di Kecamatan Rajadesa, dengan jarak :
1.    1,20 km dari Kantor Kecamatan;
2.    32 km dari ibukota Kabupaten Ciamis;
3.    135 km dari ibukota Provinsi Jawa Barat;
4.    275 km dari ibukota negara Republik Indonesia.
Wilayah Desa Rajadesa merupakan daerah berbukit dengan ketinggian + 750 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara 21o C – 32oC. Batas wilayah administratif Desa Rajadesa adalah sebagai berikut :
1.    Sebelah utara berbatasan dengan Desa Sirnajaya;
2.    Sebalah selatan berbatsan dengan Desa Tanjungsari;
3.    Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sirnabaya;
4.    Sebalah Timur berbatasan dengan Desa Tanjungjaya,
Luas wilayah Desa Rajadesa 268,843 Ha, luas tersebut terdiri dari :
Pemukiman23 Ha
Perkebunan rakyat35 Ha
Lahan Pertanian125 Ha
Pesawahan58 Ha
Pekuburan0,843 Ha
Kolam rakyat14 Ha
Lain-lain14 Ha
Jumlah penduduk Desa Rajadesa per 31 Desember 2009, terdiri dari :
Kepala Keluarga979 KK
Laki-Lak1.609 orang
Perempuan1.580 orang
Jumlah Laki-laki dan Perempuan3.189 orang
Wilayah pemerintahan Desa Rajadesa terdiri dari 3 dusun, 9 RW, 21 RT, dengan mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Rajadesa 80 persen usaha di bidang pertanian, sisanya : pertukangan, industri anyaman, pedagang kecil dan menengah, buruh, PNS, pensiunan, Polri, wirausaha (ayam potong, penggemukan sapi, domba, kambing, dan lain-lain).

PKK RAJADESA


PKK DESA RAJADESA

Jumat, 08 Januari 2016

MOBIL PELAYANAN MASYARAKAT DESA RAJADESA

MOBIL berpelat hitam bertuliskan “ Layanan & Operasional Desa Rajadesa “, yang terparkir di halaman kantor Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis , menjadi kebanggaan warga Desa Rajadesa.
Kendaraan warna silver  ini disediakan pemerintah Desa Rajadesa untuk operasional demi melayani masyarakat ,terutama bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Mobil Layanan Masyarakat Desa Rajadesa itu difungsikan seperti mobil ambulan desa yang siap mengantarkan masyarakat yang ingin berobat maupun melahirkan di rumah sakit di Ciamis , Tasikmalaya, atau rumah sakit Banjar.


Dana untuk pembelian kendaraan operasional dan layanan masyarakat Desa Rajadesa ini dibiayai dari PAD Desa. Rencana kedepan pada Maret 2016, 

 Selain itu,Kepala Desa Rajadesa PURWODIREJO juga menuturkan bahwa tahun 2016 , Desa Rajadesa  juga akan ada penambahan Kendaraan Angkutan Sampah yang akan digunakan untuk di Pasar Desa Rajadesa.
"Ya tentunya selain kendaraan Angkutan sampah akan diadakan juga tempat pembuangan sampahnya itu sendiri.
Pihaknya juga mengungkapkan, dari dua program tersebut tak lain merupakan salah satu program pemerintah Desa  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Rajadesa.
"Diharapkan tahun ini terealisasi semuanya dan masyarakat sebgagai penerima manfaat bisa merasakannya.


Warga masyarakat Desa Rajadesa Kecamatan Rajadesa  Kabupaten Ciamis, mempunyai Kepala Desa yang memprogramkan Kendaraan Pelayanan masyarakat  bagi warga yang hendak berobat ke Rumah Sakit rujukan. Ide serta programnya semoga dapat dirasakan oleh masyarakat bahkan PURWODIREJO  selalu berbaur dengan masyarakat tidak dilihat dari ekonominya .
Masyarakat Desa Rajadesa sangatlah berterima Kasih kepada Pemerintahan Desa Rajadesa yang di pimpin Oleh Bapak Purwodiejo, serta berterima kasih Pula Kepada Para Wakilnya tentunya BPD yang selalu berusaha , berjuang  menyampaikan Aspirasi / Keinginan Masyarakat.
Semoga Pemerintahan Desa dan Lembaga – lembaga nya selalu bisa bersama - sama , satu tujuan untuk membangun dan mensejahterakan Masyarakat Desa Rajadesa.




FORMAT BSPS TAHUN 2016



DESA/KELURAHAN
:

NO.
KECAMATAN
:

RTLH
KABUPATEN/KOTA
:

KE-
PROVINSI
:


JUDUL
:
PEMETAAN MASALAH DAN POTENSI



I.               IDENTITAS PENGHUNI RUMAH
Pengisianmenggunakan huruf capital atau (V)
No
Identitas
Keterangan
1
Nama

2
Jenis Kelamin

3
Alamat
Dusun
:

RT/RW
:

4
Nomor KTP

5
Nomor KK

6
Jumlah KK dalam 1 ( satu )
Rumah

7
Sektor Pekerjaan






PNS

TNI/POLRI

BUMN

Karyawan Swasta

Wiraswasta

Petani

Nelayan

Bururh

Lainnya, ..........
8
Besar penghasilan perbulan

2,1 – 2,6 juta

1,3 – 1,8 juta

1,9 – 2,1 juta

0     - 1,2 juta
9
Jumlah pengeluaran perbulan

2,1 – 2,6 juta

1,3 – 1,8 juta

1,9 – 2,1 juta

0     - 1,2 juta
10
Setatus Kepemilikan Tanah

Milik Sendiri

Bukan Milik Sendiri
10.a
Bukti Kepemilikan Tanah

Hak milik

Gririk/Letter C

HGB

Surat Keterangan Lainnya, ...
11
Status Kepemilikan Rumah

Milik Sendiri

Sewa

Bukan Milik Sendiri
12
Aset rumah ditempat Lain

Ada

Tdak ada
13
Aset tanah ditempat lain

Ada

Tidak ada
14
Pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah

Tidak

Ya, < 5 tahun lalu

Ya, > 5 tahun lalu
















II.             KONDISI FISIK RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Aspek Keselamatan Bangunan
1
Pondasi

Layak

Tidak Layak
2
Kolom dan Balok

Layak

Tidak Layak
3
Kontruksi  Atap

Layak

Tidak Layak
Aspek Kesehatan
4
Persyaratan Pencahayaan
Jendela/Lubang Cahaya

Ada

Tidak Ada
5
Persyaratan penghawaan
Vetilasi

Berfungsi

Tidak Berfungsi
6
Persyaratan Utilitas Rumah
6.1
Kamar Mandi dan Jamban

Ada

Tidak ada
6.1.1
Jika Ada, Bagaimana Kondisinya

Berfungsi

Tidak Berfunsi
6.2
Sistem Pembuangan Air Kotor

Ada (Septiktank atau Saluran Pembuangan Kota/Lingkungan

Tidak ada
6.2.1
Jika Ada, Bagaimana Kondisinya

Berfungsi

Tidak Berfungsi
6.3
Sumber Air Minum

PDAM

Mata Air

Sumur Dalam

Air Hujan

Sumur Dangkal

Sungai
6.4
Sumber Listrik

PLN Sendiri

Tidak Ada

PLN Menumpang
Aspek Persyaratan Luas dan Kebutuhan Ruang
7
Luas Rumah
M2
8
Jumlah Penghuni

9
Tinggi Rata-rata Bangunan

>2,4 m2

<2,4 m2
10
Ruang Keluarga dan Ruang Tidur

Ada

Tidak  Ada
Aspek Komponen Bahan Bangunan Sesuai Konteks Lokal
11
Material Atap Terluas (* Coret yang Tidak Perlu)

Genteng/Asbes/Seng*

Rumbia/Daun Kelapa/Daun Aren*
12
Kondisi Atap

Tidak Bocor

Bocor Berat

Bocor Sedang
13
Material Dinding Terluas (* Coret Yang Tidaak Perlu)

Bata/Batako Plester

Bata/Batako Ekspose

Kayu

Bilik Bambu/Rumbia

GRC (Asbes )
14
Kondisi Dinding

Tidak Rusak

Rusak Berat

Rusak Sedang
15
Material Lantai Terluas

Keramik

Kayu

Plester

Bambu

Tanah









III.            KESWADAYAAN PENGHUNI RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Dana/Uang
1
Tabungan

Ada
Rp.

Tidak Ada

2
Bantuan dari kerabat/pihak lain

Ada
Rp.

Tidak ada

3
Pinjaman

Ada
Rp.

Tidak ada

Bahan Bangunan
4
Tabungan bahan bangunan

Ada
Jenis dan volume

Tidak ada

5
Bahan bangunan layak pakai dari bekas komponen rumah

Ada
Jenis dan volume

Ti8dak ada

6
Bahan yang dapat diupayakan (a.i. kayu dari poghonb milik sendiri,batako/bata,pasir batu)

Ada
Jenis dan volume

Tidak ad

Tenaga Kerja
7
Tenaga tukang

Ada
Orang

Tidak ada

8
Pembantu tukang

Ada
Orang

Tidak ada

9
Gotong – royong

Ada
Orang

Tidak ada

IV.           RENCANA PEMBANGUNAN/PENINGKATAN KUALITAS RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Jenis Pembangunan
1
Pembangunan baru

Bahan

2
Perbaikan lokial

Bahan

3
Peningkatan kualitas rumah rusak berat

Bahan

4
Peningkatan kualitas rumah rusak sedang

Bahan

5
Peningkatan kualitas rumah rusak ringan

Bahan

Jenis Pekerjaan
6
Persiapan/pembersihan/pembongkaran

Kali

7
Pondasi

Volume

8
Kolom dan dinding

Volume

9
Pekerjaan atap

Volume

10
Pekerjaan lantai

Set

11
Kamar mandi dan WC

Set

12
Pemasangan pintu dan jendela

Set

13
Lain-lain



Rencana Pembangunan secara swadaya (Kemampuan Menabung Harian)
14
1 tahun setelah SKS

Rp.
15
2 tahun setelah SKS

Rp.
16
3 tahun setelah SKS

Rp.
17
4 tahun setelah SKS

Rp.
18
Belum ada rencana









V.                 FOTO RUMAH TIDAK LAYAK HUNI


Identitas Pemiulik    :
1.       Nama       :
2.       Alamat     :
3.       No. KTP   :