Tampilkan postingan dengan label LPM DESA RAJADESA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LPM DESA RAJADESA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2016

RABAT JALAN DUSUN CIBINGBIN DESA RAJADESA

DESA RAJADESA – Cor rabat beton Dusun Cibingbin Blok Cinagen mulai digarap, pelaksaan pekerjaan jalan dimulai Hari Selasa 17 Mei 2016, sistem pelaksaan pekerjaan dikerjakan oleh Lembaga pemberdayaan Masyarakat ( LPM). Volume pekerjaan 155 meter dengan Biaya sekitar Rp. 18.500.000,-.
Kepala Desa Rajadesa Purwodirejo, saat meninjau lokasi pembangunan berharap kewalitas cor benar – benar harus baik sesuai dengan standart, terlebih ini digarap oleh Lembaga pemberdayaan Masyarakat, beberapa hal harus diperhatikan :
1. Campuran sesuai bestek
2. Ulengan adonan yang matang
3. Penjerengan adonan benar – benar ditekan agar lebih padat dan berisi
4. Kerapian
Semoga pengerjaan cepat selesai, sesuai aturan sehingga nanti awet untuk kepentingan kita bersama. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Rajadesa berharap pekerjaan ini bisa selesai dalam dua hari.
Dengan selesainya kegiatan pembangunan jalan  ini diharapkan dapat memperlancar kegiatan transportasi di lokasi tersebut.Pembangunan Jalan Beton yang menghubungkan dua Desa yaitu Desa Rajadesa dan Desa Sirnabaya telah dapat diselesaikan tepat pada waktunya walaupun dalam pengerjaan nya sering berhenti dikarenakan turun Hujan.
Dengan selesainya pembangunan jalan beton ini warga Desa Rajadesa khususnya yang menuju Desa Sirnabaya  atau sebaliknya dapat ditempuh lebih cepat/singkat .

Kepala Desa Rajadesa sangat berterimakasih kepada Lembaga pemberdayaan Masyarakat yang di pimpin oleh Joko S Priyono dan warga sekitar yang telah sukses dalam pembangunan Jalan. 

Kamis, 12 Mei 2016

REHAB AULA BALAI DESA RAJADESA



                                                        KEPALA DESA RAJADESA
                                                                PURWODIREJO

Kepala Desa Rajadesa, PURWODIREJO mengakui, harapan nya tentang rehab Balai Desa khususnya bagian Aula memang sudah disampaikan sejak awal kepemimpinannya. Selain demi kenyamanan , kepala desa berharap agar balai desa bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Kepala Desa Purwodirejo menceritakan, secara musyawarah, warga serta lembaga desa juga sudah menyetujui adanya Perehaban balai desa. Rencananya Aula balai desa saat ini akan di bangun dua lantai.
Pembangunan tersebut, diperkirakan akan dimulai pada bulan Mei  dan akan menghabiskan dana sekitar Rp 150 juta. Anggaran pembangunan tersenbut akan diambilkan dari Pendapatan daerah Desa Rajadesa yakni hasil dari kontrak Pasar Desa Rajadesa.
“Tahun ini targetnya selesai dan masyarakat bisa menikmati,” tutur Purwodirejo ( Kepala Desa Rajadesa ).

Kepala Desa Rajadesa Purwodirejo mengatakan, setelah selesai, gedung  aula balai desa ini dapat dijadikan sebagai ikon Desa Rajadesa. Sehingga mempunyai dayatarik tersendiri bagi warganya untuk mengadakan kegiatan di balai desa.

Kamis, 04 Februari 2016

LPM DESA RAJADESA KOMITMEN DARI HATI MEMBANGUN RAJADESA


 Gambar1 : Pembangunan Rabat Beton Jalan Cipicung Cibingbin



  Gambar2 : Pembangunan Rabat Beton Jalan Cipicung Cibingbin
  Gambar 2 : Pembangunan Rabat Beton Jalan Cipicung Cibingbin

 Gambar : Swadaya Masyarakat Dusun Jagamulya dan Ketua LPM Desa


Gambar : Swadaya Masyarakat , Pengaspalan jalan Rumah Pak  H. Otong  Jagamulya




Gambar: Pengaspalan Jalan Rajadesa - Tanjungsari 

Gambar : Enco Tarsono ( Ekbang Desa Rajadesa & Dadang ( BPD) Desa Rajadesa

Senin, 25 Januari 2016

Penebangan Dan Pemangkasan Pohon Membahayakan Lingkungan

RAJADESA – Dipandang membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar, Pemerintahan Desa Rajadesa dan LPM Desa Rajadesa melakukan pemangkasan pohon yang berada di Pinggiran jalan raya. Pada Selasa (25/1), pemangkasan sedikitnya menyasar tiga pohon.

Dan penebangan sekitar dua pohon, penebangan itu pun yang benar benar membahayakan lingkungan dan pengguna jalan raya . Kegiatan tersebut selain Pemerintahan desa dan LPM mengerahkan pula Rt dan Tokoh lingkungan.. Menurut Enco Tarsono kasi ekbang Pemerintahan Desa Rajadesa , pemangkasan dan penebangan pohon menjadi antisipasi akan bahaya pohon besar tumbang. Sebab pada musim hujan ini, pepohonan itu dipandang rawan tumbang karena diterpa angin kencang. ‘’Untuk mengantisipasi itu, kami melakukan pemangkasan dan Penebangan.





Di sepanjang jalan itu, terhitung ada beberapa pohon dari beragam jenis. Antara lain pohon Alba, kelapa, Limus, pete,  dan yang lainnya. Proses pemangkasan dan penebangan pohon itu dilakukan bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan kondisi jalan. Teknis pemangkasan mendahulukan kondisi pohon yang dipandang paling rawan tumbang. ‘’Selain pertimbangan kami, pemangkasan juga banyak yang berdasarkan usulan dan laporan dari masyarakat,’’ kata dia.




Sabtu, 23 Januari 2016

Arti Logo Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)


Arti Lambang :




Setangkai Padi (membentuk lingkaran)



  • Padi melambangkan terpenuhinya kebutuhan pangan  masyarakat
  • Setangkai padi berjumlah 45 butir melambangkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia
  • Warna kuning Emas melambangkan dan bernilai tinggi

Setangkai Kapas (membentuk lingkaran)
  • Kapas melambangkan terpenuhinya kebutuhan sandang / busana masyarakat
  • Setangkai kapas berjumlah 17 melambangkan Tanggal Proklamasi Republik Indonesia
  • Warna putih melambangkan kesucian dan warna hijau melambangkan kesuburan dan kesejukan /kedamaian

Rumah /Pendopo/Gapura
  • kalau . diartikan rumah melambangkan terpenuhinya kebutuhan papan (tempat tinggal), Rumah adat berarti LPM menjunjung tinggi adat budaya adiluhur bangsa.
  • Pendopo berartikantempat bermusyawarah dalam rangka mencari dan merumuskan kebijakan pola pembinaan masyarakat.
  • Anak tangga berjumlah 5 (lima) melambangkan tahapan binaan Nampak maju kedepan untuk mencapai tingkat kesejahteraan binaan. Juga berarti 5(lima) dasar sila dalam Pancasila Idiologi bangsa.
  • Warna coklat dan hitam adalah warna tanah dan batu melambangkan sifat-sifat alamiah, kokoh, mantap dan mendasar / tegar.

Bintang diatas (pesonafikasi dari galaksi-galaksi)
  • Bintang sudut lima melambangkan cita-cita tinggi (luhur) dengan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berwenang memberikan petunjuk, pertolongan dan penentu berhaswil atau tidak nya cita-cita tersebut.
  • Warna kuning emas melambangkan sinar terang dan indah yang menerangi persada Nusantara tercinta.

Tali Pengikat
  • komitmen kebangsaan yang terdiri yang terdiri dari segenap Provinsi di Indonesia dan mengakomodir seluruh bidang garapan dalam rangka penciptaan kesejahteraan masyarakat.
  • Bentuk bulatan adalah kebulatan tekad untuk tetap bersatu dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia.

Kain Warna merah Putih bertuliskan LPM
  • Melambangkan kenegaraan dan kebangsaan Indonesia
  • Tulisan LPM bermakna LPM adalah dari oleh dan untuk Masyarakat / rakyat Indonesia
  • Orang membuat Lingkaran
  • Orang bahu membahu bergotong royong bersatu padu membina masyarakat Indonesia agar mandiri dan berkemampuan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sejahtera , aman , tentram dan damai.
  • Latar belakang keseluruhan berwarna putih melambangkan niat, harapan dan sifat nya yang sucisereta mencerminkan kemurnian dan transparansi di dalam organisasi dan jiwa para pengurus.Makna kesuluruan Logo (makna totalitas logo)


Rabu, 13 Januari 2016

Musrenbangdes 2016 dan Perencanaan Pembangunan Desa 2016 - 2020

Musrenbang Desa adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder) desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) tahun anggaran yang direncanakan. Musrenbang Desa dilaksanakan setiap bulan Januari dengan mengacu pada RPJM desa. Setiap desa diamanatkan untuk menyusun dokumen rencana 5 tahunan yaitu RPJM Desa dan dokumen rencana tahunan yaitu RKP Desa.
Dalam Peroses Untuk melahirkan perencanaan pembangunan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk jangka waktu enam Tahun kedepan 2015-2020, Pemerintah Desa Rajadesa bekerja sama saling bahu bersama seluruh komponen masyarakat dan kelembagaan desa melaksanakan Tahap Demi Tahap Perencanaan Pembangunan Desa yang Partisipatif dan berkesinambungan.
Hari ini Kamis 14 Januari 2016 bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) untuk Tahun 2016 Para pelaku pembangunan dari mulai Perangkat Desa, BPD, LPM, Tokoh Masyarakat dan dihadiri Pula Oleh Tim dari Kecamatan Berbagi hati dan pemikiran untuk menindaklanjuti Perencanaan Pembangunan Desa tersebut .

Proses jalannya Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) Tahun 2016 di buka oleh Bapak Tata Priatna selaku Sekertaris Desa Rajadesa yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bpk. Kepala Desa Rajadesa (PURWODIREJO) dan ditindaklanjutidari berbagai unsur perwakilan atau Tim dari Kecamatan.
Beberapa Usulan Tokoh masyarakat ikut mewarnai kegiatan ini yang dengan suasana hangat dan bersahabat di tanggapi oleh pihak kecamatan maupun pihak Pemerintah Desa Rajadesa sehingga nampak komunikasi dua arah yang berjalan baik sehingga terbangunnya usulan yang di rencanakan menjadi skala prioritas untuk usulan RPJMDes maupun Musrenbangdes 2016.

Pada Musrembang kali ini Kepala Desa Rajadesa PURWODIREJO menegaskan prioritas utama yang tetap menjadi perhatian diantaranya Pembangunan Infrastruktur yang menjadi pasilitas umum seperti jalan Desa di harapkan diseluruh dusun bisa di dibangun semua , Sarana dan prasarana kegiatan Pemberdayaan Masyarakat juga mesti di optimalkan dengan melihat potensi yang ada agar desa Punya penghasilan yang tiap tahun terus meningkat sehingga mimpi menjadi desa mandiri bisa terwujud.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, secara tegas  meminta kepada pemerintah desa agar supaya apa yang menjadi usulan masyarakat yang sifatnya prioritas, harus terus diperjuangkan oleh pemerintah agar kedepannya juga mendapat manfaat bagi masyarakat banyak. “kami hanya mengusulkan kegiatan yang jadi prioritas utama untuk pembangunan di tahun 2017 mendatang, itulah yang harus kita godok supaya masyarakat tidak kecewa atas usulan mereka yang tidak di setujui oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Sebagai akhir dari musyawarah Musrenbangdes 2016 untuk tahun 2017 serta Perencanaan Pembangunan Desa 2016-2020 Pihak Pemerintah Desa Rajadesa membagikan daftar usulan yang telah disepakati untuk di ketahui oleh masing-masing dusunnya agar masyarakat paham dan tahu akan arah dan tujuan dar kegiatan pembangunan Desa.

Sislsiah Rajadesa

    Desa Rajadesa merupakan bagian dari Kerajaan Rajadesa dengan Rajanya bernama Prabu  Guru Gantangan, anak ke 40 Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, dari istri ke 3 yaitu Dewi Nawangsih. Sebagai bukti bahwa Rajadesa itu kerajaan adalah adanya tanda-tanda patilasan/ situs antara lain :

1.Situs Samida

2.Situs Sanghiang
3.Situs Cibarani
4.Situs Rancamaya
5.Situs Gunung Marapi

    Lokasi kerajaan bertempat di antara Samida dan Sanghiang. Lawang Gada utama (tempat jaga malam) dengan petugas Aki Jagadalu yang berasal dari Kerajaan Pajajaran, tepatnya yang sekarang didirikan Kantor Koramil Rajadesa, merupakan tempat tunggu menghadap ke Handapraja berada di pinggir sungai (Jagadalu).
Nama Rajadesa berasal dari Ki Gede Raja Desa yang bertempat tinggal di Keraton yang didirikan di dekat pohon yang paling besar. Wilayah kerajaan pada waktu itu disebut Desa. Yang termasuk wilayah Kerajaan Rajadesa adalah sebelah selatan yaitu Margadanu, sebelah timur Bangkelung, sebelah utara Desa Curug Tigaherang, Batu Tulis Citapen, sebelah barat Desa Bayasari lurus ke selatan sampai Cikaso. Wilayah inilah yang selalu dironda di bawah pimpinan Aki Jagadalu yang ditugaskan oleh Prabu Siliwangi, dan Aki Jagadalu ini dibekali seekor harimau hitam untuk menyertainya dalam tugas ronda. Harimau ini merupakan keturunan Bombang Larang dan Bombang Kancana yang kebetulan kaki depannya pendek sehingga diberi gelar si Tempang.
Dengan kegigihan Aki Jagadalu disertai si Tempang, Kerajaan Rajadesa menjadi aman, tentram, sejahtera. Maka, Raja Pajajaran (Kanjeng Prabu Siliwangi mengangkat putranda Prabu Guru Gantangan menjadi raja berkuasa di Kerajaan Rajadesa dengan gelar Prabu Sirnaraja (Ki Gede Raja Desa) dengan  diberi 6 orang pungawa untuk menjaga Raja dari Kerajaan Pajajaran, yaitu: 
1.Buyut Purwakalih
2.Buyut Gelap Nyawang
3.Buyut Kidang Pananjung
4.Buyut Pengadegan
5.Aki Liman Jaya Sakti
6.Aki Jagadalu
Ditambah satu pendamping yaitu si Tempang.

    Menurut cerita Prabu Sirnaraja alias Ki Gede Raja Desa dari keraton keluar menuju Cibingbin, tepatnya Dusun Cibingbin Rt. 2 Rw. 1, di sana ada bekas duduknya, tetapi dari sana tidak ada yang mengetahuinya, entah kemana?
Ada berita beliau pergi ke sebelah timur menuju sebuah gunung yang ada di Pamulihan, maka gunung itu disebut Gunung Rajadesa karena pernah diduduki oleh Ki Gede Rajadesa.
Berdasarkan erita titimangsa Kades Rajadesa adalah tahun 1876, dengan Kades pertama adalah : Kades Wirabaya, selanjutnya adalah : 
1.   Kades Djayadiredja;
2.   Kades Astaredja;
3.   Kades Ahmid;
4.   Kades Sali Mihardja;
5.   Kades Jajuli;
6.   Kades Sarman;
7.   Kades Somantri Djajadiredja;
8.   Kades Aja Sudrajat;
9.   Kades Umar
10. Kades Purwodirejo

Setelah bergantinya kepemimpinan , kemajuan demi kemajuan semakin terasa oleh masyarakat Desa Rajadesa.
Bahkan sekarang di kepemimpinan kades Muda yang bernama Bapak Purwodirejo, Rajadesa semakin terasa kemajuannya. Kini... Desa Rajadesa memiliki Sebuah kendaraan Mobil, dimana Fungsinya selain sebagai mobil Dinas Desa, dijadikan pula sebagai Kendaraan Pelayanan terhadap Masyarakat Desa Rajadesa.

Jumat, 08 Januari 2016

FORMAT BSPS TAHUN 2016



DESA/KELURAHAN
:

NO.
KECAMATAN
:

RTLH
KABUPATEN/KOTA
:

KE-
PROVINSI
:


JUDUL
:
PEMETAAN MASALAH DAN POTENSI



I.               IDENTITAS PENGHUNI RUMAH
Pengisianmenggunakan huruf capital atau (V)
No
Identitas
Keterangan
1
Nama

2
Jenis Kelamin

3
Alamat
Dusun
:

RT/RW
:

4
Nomor KTP

5
Nomor KK

6
Jumlah KK dalam 1 ( satu )
Rumah

7
Sektor Pekerjaan






PNS

TNI/POLRI

BUMN

Karyawan Swasta

Wiraswasta

Petani

Nelayan

Bururh

Lainnya, ..........
8
Besar penghasilan perbulan

2,1 – 2,6 juta

1,3 – 1,8 juta

1,9 – 2,1 juta

0     - 1,2 juta
9
Jumlah pengeluaran perbulan

2,1 – 2,6 juta

1,3 – 1,8 juta

1,9 – 2,1 juta

0     - 1,2 juta
10
Setatus Kepemilikan Tanah

Milik Sendiri

Bukan Milik Sendiri
10.a
Bukti Kepemilikan Tanah

Hak milik

Gririk/Letter C

HGB

Surat Keterangan Lainnya, ...
11
Status Kepemilikan Rumah

Milik Sendiri

Sewa

Bukan Milik Sendiri
12
Aset rumah ditempat Lain

Ada

Tdak ada
13
Aset tanah ditempat lain

Ada

Tidak ada
14
Pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah

Tidak

Ya, < 5 tahun lalu

Ya, > 5 tahun lalu
















II.             KONDISI FISIK RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Aspek Keselamatan Bangunan
1
Pondasi

Layak

Tidak Layak
2
Kolom dan Balok

Layak

Tidak Layak
3
Kontruksi  Atap

Layak

Tidak Layak
Aspek Kesehatan
4
Persyaratan Pencahayaan
Jendela/Lubang Cahaya

Ada

Tidak Ada
5
Persyaratan penghawaan
Vetilasi

Berfungsi

Tidak Berfungsi
6
Persyaratan Utilitas Rumah
6.1
Kamar Mandi dan Jamban

Ada

Tidak ada
6.1.1
Jika Ada, Bagaimana Kondisinya

Berfungsi

Tidak Berfunsi
6.2
Sistem Pembuangan Air Kotor

Ada (Septiktank atau Saluran Pembuangan Kota/Lingkungan

Tidak ada
6.2.1
Jika Ada, Bagaimana Kondisinya

Berfungsi

Tidak Berfungsi
6.3
Sumber Air Minum

PDAM

Mata Air

Sumur Dalam

Air Hujan

Sumur Dangkal

Sungai
6.4
Sumber Listrik

PLN Sendiri

Tidak Ada

PLN Menumpang
Aspek Persyaratan Luas dan Kebutuhan Ruang
7
Luas Rumah
M2
8
Jumlah Penghuni

9
Tinggi Rata-rata Bangunan

>2,4 m2

<2,4 m2
10
Ruang Keluarga dan Ruang Tidur

Ada

Tidak  Ada
Aspek Komponen Bahan Bangunan Sesuai Konteks Lokal
11
Material Atap Terluas (* Coret yang Tidak Perlu)

Genteng/Asbes/Seng*

Rumbia/Daun Kelapa/Daun Aren*
12
Kondisi Atap

Tidak Bocor

Bocor Berat

Bocor Sedang
13
Material Dinding Terluas (* Coret Yang Tidaak Perlu)

Bata/Batako Plester

Bata/Batako Ekspose

Kayu

Bilik Bambu/Rumbia

GRC (Asbes )
14
Kondisi Dinding

Tidak Rusak

Rusak Berat

Rusak Sedang
15
Material Lantai Terluas

Keramik

Kayu

Plester

Bambu

Tanah









III.            KESWADAYAAN PENGHUNI RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Dana/Uang
1
Tabungan

Ada
Rp.

Tidak Ada

2
Bantuan dari kerabat/pihak lain

Ada
Rp.

Tidak ada

3
Pinjaman

Ada
Rp.

Tidak ada

Bahan Bangunan
4
Tabungan bahan bangunan

Ada
Jenis dan volume

Tidak ada

5
Bahan bangunan layak pakai dari bekas komponen rumah

Ada
Jenis dan volume

Ti8dak ada

6
Bahan yang dapat diupayakan (a.i. kayu dari poghonb milik sendiri,batako/bata,pasir batu)

Ada
Jenis dan volume

Tidak ad

Tenaga Kerja
7
Tenaga tukang

Ada
Orang

Tidak ada

8
Pembantu tukang

Ada
Orang

Tidak ada

9
Gotong – royong

Ada
Orang

Tidak ada

IV.           RENCANA PEMBANGUNAN/PENINGKATAN KUALITAS RUMAH
No
Kriteria
Keterangan
Jenis Pembangunan
1
Pembangunan baru

Bahan

2
Perbaikan lokial

Bahan

3
Peningkatan kualitas rumah rusak berat

Bahan

4
Peningkatan kualitas rumah rusak sedang

Bahan

5
Peningkatan kualitas rumah rusak ringan

Bahan

Jenis Pekerjaan
6
Persiapan/pembersihan/pembongkaran

Kali

7
Pondasi

Volume

8
Kolom dan dinding

Volume

9
Pekerjaan atap

Volume

10
Pekerjaan lantai

Set

11
Kamar mandi dan WC

Set

12
Pemasangan pintu dan jendela

Set

13
Lain-lain



Rencana Pembangunan secara swadaya (Kemampuan Menabung Harian)
14
1 tahun setelah SKS

Rp.
15
2 tahun setelah SKS

Rp.
16
3 tahun setelah SKS

Rp.
17
4 tahun setelah SKS

Rp.
18
Belum ada rencana









V.                 FOTO RUMAH TIDAK LAYAK HUNI


Identitas Pemiulik    :
1.       Nama       :
2.       Alamat     :
3.       No. KTP   :